Rabu, 17 Oktober 2012

Sesal

Tuhan,, tak terasa sudah hampir satu bulan aku tak membelai wajah tirusnya. Tak mencium tangan keduanya.. yang ku ingat satu bulan yang lalu ketika aku akan kembali ke perantauan, ada sedikit amarah yang ku pendam. Aku kecewa dengan mereka yang masih menganggapku seperti anak kecil dan masih tak membebaskanku untuk berbuat. Memang awalnya aku marah kepada mereka. Beberapa kali aku menelpon rumah, tak sekali pun aku berbicara dengan ayah. Rupanya masih ada rasa jengkel pada ayah. Hingga suatu kali saat aku menelpon rumah, ayah memaksa ingin bicara denganku... satu detik, dua detik, tak terdengar suara apa pun dari beliau. Hingga kemudian, aku mendengar isak tangis ayah. Sambil menahan tangis, ayah meminta maaf kepadaku... hanya kata itu yang aku dengar dari mulutnya, dan kemudian ia tak mampu membendung tangis.

Astagfirullahaladzim... betapa jahatnya aku, betapa teganya aku hingga membuat tangis ayah.

Dan aku baru sadar, semua yang ku lakukan sangatlah egois. Harusnya aku tau jika ayah hanya ingin menjagaku, hanya ingin melindungiku, dan hanya tak ingin jika aku tersesat dan terluka.

Ya Allah ampuni aku jika selama ini aku terlalu jahat kepadanya.. beliau menangis karena takut telah melukai hatiku. Sedang aku terlalu bodoh hanya menuruti perasaan. Aku sungguh menyesal telah membuatnya sedih.
Maafkan aku ayaah.. I love you...

Ampuni aku ya Allah.. tak akan lagi ku berbuat demikian.. tak kan ku kecewakan dan membuat mereka bersedih,,
Dan sekarang aku sangat merindukan mereka.

Jakarta, 19 Mei 2012

Rabu, 20 April 2011

di Ujung Rasa Dilema Hati

ku kira rasa ini hanyalah sisa dari rasaku sebelumnya,
memang dulu terlalu dalam rasakan ini
meski ku tau konsekuensinya
"cinta dan benci hanyalah berlainan dalam sudut pandang"
duluaku memang cinta
tapi sekarang rasa itu lebih condong ke benci

benci dan cinta dalam sosokyang sama

terkadang cinta..
terkadang benci...
lelah dengan rasa yang ku permainkan sendiri
hingga akhirnya hadirlah sesosok lain
yang mengubah kisah
yang membuyarkan angan
yang menggoyahkan hasrat
awalnya ingin bertahan,namun...
satu sisi.. "kamu" mengobarkan api kebencian
sisi lain.. "dia" seperti oase dalam padang jiwa tandusku
sedikit terhibur dengan gerimis perhatian

hingga akhirnya bebatuan jiwa pun mulai terkikis
dan aku diperdaya oleh rasa ini
antara "kamu" atau "dia"...

setiap malam diantara jiwa-jiwa yang terjaga
tengadahkan tangan untuk sedikit memohon
kemantaban hati dalam setiap pilihan
oh Tuhan.. tolonglah.. tunjukkan siapa yang harus aku pilih..

dedicated for someone2 in my heart^^

Sabtu, 16 April 2011

keterlaluan

Hhhhhhhhh... setiap kali seperti saat ni..
Aaaaarrrrrrggggggggghhhhhhhhhh...............
aq lelaah...
aq bosaan...
aq jenuuuh... dengan keadaan seperti ini..
aq siapa???
km siapa???

aq ingin seperti yang lain..
tak bisakah kau bersikap sewajarnya seperti yang lain?
tak terlalu mengekang,,tak terlalu mengendalikan..
cukup WAJAR saja...

tp knapa slalu saja aq yang mu anggap salah???
yang perlu retrospeksi diri itu gag hanya aq,, tapi KAMU jg..
harusnya kau sadar akan suatu hal bahwa.."KAU TAK SEDEWASA APA YANG KAU ANGGAP"
Saat ini sepertinya aq ingin benar benar melepas mu.....
melepaskan semua tindakan keterlaluan mu..
hhaaaaaaahhh... bisa kah kau mengerti arti semua ini......seandainya.......

Kamis, 14 April 2011

"terkadang ku merasa seperti dipermainkan..
kadang menangis.. kadang tertawa,,
saat ku menangis, aq terlalu rapuh tuk melihat keadaan..
aq terlalu lemah untuk membiarkan semuanya berlalu begitu saja...
saat ku merasa sendiri aq seperti larut pada keadaan..
sungguh melelahkan.."

Rabu, 13 April 2011

kemunafikan rasa

akhirnya keteguhan hati ini tergoyahkan
rasa ini terlalu fleksibel
terkadang di ujung rasa
terkadang di relung jiwa
sungguh terlalu sulit tuk disimpulkan
apa yang sebenarnya dirasa,,

Tak ingin mengikat
Namun tak mampu melepas
Tak tau maksud hati
Tak paham maksud nurani
Rasio  tlah membeku
Rasa ini membutakan logika
Jauh dalam alam bawah sadar
Tak terkendali....
Tak ingin terlalu berlebih
Tak ingin terlalu dalam
Tak mau tersesat dalam curamnya kisah
Namun...
Semua telah terjadi
Semua telah terlanjur
Dan terlalu sulit tuk hilangkan rasa
Terkadang ingin berlalu... terkadang ingin bertahan..

*Rasa ini adalah sebuah kemunafikan,, bukan lagi tulus namun obsesi...

Senin, 11 April 2011

relaa

Ingin ku katakan sayang
Namun kata saja tak cukup
Ingin ku curahkan semua
Tapi itu pun juga tak cukup
Karena selalu ada hal yang tak bisa ku ungkap
Saat aku termenung, bukan maksudku mengabaikanmu
Bukan maksudku mengacuhkanmu
Bukan maksud hatiku menyakitimu
Bukan maksudku melukaimu
Karena aku sangat menyayangimu
Dan aku pun sangat mencintaimu
Namun maafkan aku jika ternyata perasaan ini menyiksamu
Maafkan aku dengan sifatku yang tak bisa mengalah
Maafkan aku yang kadang meragukan cintamu
Karena keraguan itu pasti ada
Meski hanya sekelumit saja
Maafkan aku…
Aku yang tak ingin terluka karenamu
Dan sungguh aku menyayangimu dengan segenap jiwaku
Dan ku harap tak hanya obsesi semata tuk memilikimu
Sebab yang kurasa adalah sayang,
Bukan pamer namun terbuka,
Bukan hasrat namun cinta tulus,
Bukan sayang jika aku tak bisa melihatmu bahagia,,,
Mungkin aku bukan yang terbaik tukmu,
Dan aku rela kau dengannya asalkan kau damai bahagia

Hujan,,,



Hujan kembali menyapa di keletihan hatiku…
Mengajak menari di antara alunan rintik-rintiknya
Mencoba melupakan mimpi yang terbuang
Ah…
Lagi-lagi kau membuaiku
Dengan melukiskan wajahmu
Di antara mendung-mendung hitam
Mencoba melelapkan hatiku
Di mimpi baruku

Dan lagi…
Kau bisikkan tentang senyum manisnya di telingaku
Dan kau bisikan sesuatu padaku..
“lupakan mimpimu yang terluka
Lupakanlah…
Dan cobalah lihat di antara rintik hujan itu
Masih tersimpan sejuta misteri …
Dan janganlah kau rapuh”